Kamis, 27 Desember 2012
Tausyikh Seni Baca AL-Qur'an
Tausyik Untuk Belajar seni baca Al-Qur'an Bisa di Download di Sini
Label:
download
Jumat, 13 Juli 2012
Skripsi Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
Kripsi Bahasa dan Sastra Arab dengan Judul " Fenomena Narsisisme dalam Drama "MISMARU JUHA" karya Ali Ahmad Baktsir (Kajian Psikologi Sastra)" silahkan di download"
Di Sini
Di Sini
Label:
download
Kamis, 10 Mei 2012
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF
Pengaruh
Bahasa Dalam Cerpen Surat
Cinta Untuk Bunda
Terhadap
Pemahaman Pembaca
Oleh : Abung Al-Farisy El-Mandury
(Hanya Pendahuluan, Angket & Lampiran)
(Hanya Pendahuluan, Angket & Lampiran)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang Masalah
Cerita pendek yang sering kita kenal dengan
istilah “CERPEN” merupakan salah satu bagian dari karya sastra yang didalamnya
menyimpan keanekaragaman bahasa, banyak sekali bahasa-bahasa baru diciptakan
oleh para sastrawan ketika membuat sebuah karya sastra, salah satu tujuan
diciptakannya bahasa baru oleh para sastrawan adalah semata-mata hanya
memperindah bahasa dalam karya sastra itu sendiri. Oleh karena itu, jangan
heran apabila dalam sebuah karya sastra, bahasa yang di gunakan sulit kita
tangkap arti dan maknanya, butuh penafsiran serta ketelitian dalam memahami bahasa
yang terdapat dalam sebuah karya sastra.
Disamping menciptakan bahasa-bahasa baru,
para sastrawan ada juga yang mencampur adukkan antara bahasa Nasional dengan
bahasa Daerah. Biasanya, Karya sastra seperti itu, disesuaikan dengan identitas
sastrawan itu sendiri, karena mayoritas dari karya mereka bercermin pada
pengalaman pribadi dengan lingkungan disekitarnya. Seperti halnya, jikalau
sastrawan tersebut hidup di pulau jawa, dan memiliki pengalaman menarik bersama
penduduk jawa, serta pengalaman tersebut diabadikan kedalam sebuah karya
sastra, Otomatis untuk menghidupkan rasa kejawaannya, maka mereka menyelipkan
bahasa jawanya tadi kedalam sebuah karyanya.
Salah satu karya sastra yang mencampur
adukkan antara bahasa nasional dengan bahasa daerah adalah terdapat pada
kumpulan cerpen karya Pipiet Senja (Sang pembersih lantai sastra). Di dalam
cerpennya, bahasa daerah yang dicampur dengan bahasa Indonesia yaitu bahasa
Sunda. Penyelipan bahasa daerah tersebut, dapat menyebabkan dampak negatif dan
positif terhadap pembaca, terutama pembaca yang berasal dari daerah luar sunda.
Oleh karena itu, ketika Cerpen tersebut sudah ditangan para pembaca yang tidak
mengerti sama sekali terhadap bahasa Sunda, Maka mereka akan mengalami
kesulitan dalam memahami isi yang terdapat dalam cerpen. Tetapi karena Cerpen
tersebut disamping memakai bahasa Sunda juga memakai bahasa Indonesia,
sehingga dapat membantu para pembaca dalam memahami isi yang terkandung di
dalamnya, mesikupun tidak paham secara sempurna.
Sesuai dengan Venomena diatas, peneliti
memiliki ketertarikan untuk menelusuri masalah-masalah tersebut sampai pada
akar penyelesaiannya. Dalam proses penelitian ini, peneliti mencari tahu
tentang pemahaman dari para pembaca ketika membaca sebuah karya sastra (CERPEN)
dengan menyelipkan bahasa daerah yang belum mereka mengerti. Hal ini dilakukan
dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana para pembaca memahami karya sastra
yang memakai bahasa yang belum pernah mereka ketahui.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana Menurut
Pembaca tentang isi dari Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda?
2.
Bagaimana Menurut
Pembaca tentang Bahasa yang digunakan dalam Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda dan
dalam karya sastra pada umumnya?
3.
Bagaimana
Pemahaman Pembaca Terhadap Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda?
4.
Bagaimana
Pengaruh usia dan Daerah Asal Pembaca dalam memahami isi Cerpen Surat Cinta
Untuk Bunda?
C.
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk Mengetahui
Pandapat Pembaca tentang isi Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda
2.
Untuk
Mengetahui Pendapat pembaca Tentang bahasa yang digunakan dalam Cerpen Surat
Cinta Untuk Bunda dan dalam karya sastra pada umumnya.
3.
Untuk
mengetahui Pemahaman Pembaca Terhadap Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda
4.
Untuk Mengetahui
Pengaruh Usia dan Daerah asal Pembaca
dalam memahami Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda
D.
Manfaat
Penelitian
Manfaat penelitian ini dibagi
menjadi dua bagian :
a. Praktis
1.
Dapat
Mengetahui Pemahaman pembaca terhadap Cerpen Surat Cinta Untuk Bunda
2.
Dapat
Mengetahui seberapa jauh pembaca menerima cerpen yang memakai bahasa campuran
3.
Dapat
mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemahaman pembaca terhadap
Cerpen yang memakai bahasa campuran
b. Teoritis
1. Dapat menambah
kajian bahasa
2. Dapat menambah
kualitas pemikiran dalam menciptakan sebuah karya Ilmiah
- Teori
Teori merupakan sarana pendukung dalam
sebuah penelitian, Ketidak adanya teori, peneliti akan mengalami kesulitan
dalam meneliti sesuatu. Maka dari itu, ketika ada sebuah penelitian pasti disitu terdapat pula sebuah teori, karena
keduanya tidak bisa dipisahkan laksana sebuah perangko yang nempel pada sebuah
amlop. Itulah kesetiaan teori dalam mendampingi dan mendukung proses dari
sebuah penelitian.
Teori dalam sebuah penelitian memiliki warna
yang beraneka ragam. Namun hanya satu yang peneliti pakai dalam penelitian pada
pembahasan tentang “Pengaruh bahasa dalam Cerpen surat cinta untuk bunda” dengan memakai teori
Resepsi. Peneliti menggunakan teori ini dikarenakan peneliti melibatkan pembaca
untuk mengomentari dari karya sastra (Cerpen) tersebut. Sehingga teori ini memudahkan
peneliti untuk mengetahui pengaruh bahasa cerpen terhadap pembaca.
Sedangkan pengertian dari resepsi itu
sendiri adalah berasal dari kata Recipere
(Latin), Reception (Inggris) yang
menyimpan makna sebagai penerimaan atau penyambutan bahasa.[1]
Sedangkan arti resepsi secara istilah diartikan sebagai pengolaan teks serta
cara-cara memberi makna terhadap pembaca. Penjelasan dari pengolaan teks di
atas adalah bersumber dari pemahaman pembaca terhadap karya sastra (Cerpen)
yang sudah dibacanya. Dengan hal seperti itu, peneliti dapat mengambil
kesimpulan terhadap hasil dari komentar pembaca hingga di olah menjadi sebuah
teks.
Sedangkan
Relevansi fungsi serta peranan pembaca dalam teori resepsi ini, Sang Tokoh
Luxemburg membagi dua bagian pada tradisi klasik, diantaranya adalah pertama
menurut Aristoteles dengan konsep Tharsis yaitu penyucian sebuah emosi
pembaca melalui pementasan tragedi yang terdapat dalam sebuah karya sastra. Kedua,
menurut Horatus, yang berkaitan dengan dampak atau efek manfaat dan kenikmatan
bagi pembaca ketika selesai membaca
sebuah karya sastra (Cerpen). Adapun ekspresi pembaca setelah membaca cerpen
“surat cinta Untuk Bunda” sangatlah berfariasi, ada yang merasa terhibur,
bahkan ada pula yang merasa kebingungan karena tidak mengerti bahasa yang di
gunakan dalam cerpen tersebut. Oleh karena itu, teori resepsi ini sangatlah
cocok buat peneliti yang mengandalkan pembaca dalam mengomentari sebuah karya
sastra.
F.
Metode
Selain adanya teori, metode juga memiliki
peranan penting dalam sebuah penelitian, metode juga menjadi faktor pendukung
terhadap teori. Kalau diibaratkan kepada prangko, posisi metode adalah
perekatnya, sedangkan teori sebagai perangkonya. Jadi kalo perangko tidak ada
perekatnya maka perangko tersebut tidak akan nempel pada amplop. Begitu juga
dengan teori, apabila tidak melibatkan metode maka tidak akan bisa menjadi
sebuah penelitian. Oleh karena itu, keduanya bisa saling mendukung dalam
mewujudkan sebuah penelitian dengan sempurna.
Metode dalam penelitian terdapat dua macam
yaitu Kualitatif dan Kuantitatif. Pada penelitian ini, sudah jelas menggunakan
metode kuantitatif, akan tetapi dengan memakai metode pengumpulan data Kuesioner
(angket). Sebenarnya banyak sekali dalam metode pengumpulan data, Namun yang
sehati dengan peneliti hanyalah metode kuesioner. Karena metode tersebut
sangatlah membantu peneliti dalam memperoleh informasi yang relevan serta
memperoleh informasi tentang suatu masalah secara serentak.
Metode Kuesioner ini merupakan suatu
rangkaian pertanyaan yang berupa sebuah permasalah atau suatu bidang yang akan diteliti.
Untuk memperoleh data tersebut, peneliti hanya cukup menyebarkan
pertanyaan-pertanyaan yang sudah di modif menjadi sebuah angket kepada
Responden.[2]
Setelah itu peneliti hanya tinggal menunggu hasil dari komentar para responden
terhadap angket yang sudah jatuh ketangannya.
Bentuk kuesioner yang dipakai oleh peneliti
adalah kuesioner (angket) tipe pilihan, yaitu angket yang harus dijawab oleh
responden dengan cara memilih salah satu dari beberapa pilihan jawaban yang
sudah di tentukan oleh sipeneliti. Adapun minimal pilihan jawaban yang terdapat
pada angket tipe ini adalah dua, sedangkan maksimalnya sebanyak lima pilihan. Penentuan
minimal dan maksimal ini adalah hanya untuk menghindari istilah “jemu” terhadap
para pembaca. Oleh karena itu, apapun bentuk dari metode pengumpulan data yang peneliti
gunakan, namun tujuan untuk mengindari rasa “jemu” terhadap pembaca adalah
sama. Dengan kata lain, kalau dalam hal seperti itu memang seharusnya patut di
hindari
LAMPIRAN
Karya Sastra Yang Menjadi Objeck
Peneliti
Surat
Cinta Untuk bunda
Karya Pipiet Senja
(Sang Pembersih Lantai
Sastra)
Kamis, 22 Desember 2005
Waktu ku kecil di hidupku.............
Alangkah senang..............
Senang di timang-timang dinamakan kesayangan..........
Ah, lupa daku lirik lagunya Bu sud... atau Pak Kasur, ya?
Suatu kali, umurku 9 tahun lagi baong-baongnya alias bangor ( bahasa sunda
) melakukan apapun semau gue. Mulai dari sepedahan, keliling kampung regol,
ngorupsi duit, belanja buat beli majalah, kokojayan alias berenang di sungai
Cileuleuiy, paparahuan di Empang sampai manjat pohon......di atas sumur!
“Eneeeng...etah ulah luhur teuing,
bisi labuuuh!” Eni, demikian kami memanggil nenek dari pihak ibuku,
berseru-seru dari jendela. Sementara aku nangkring saja di atas pohon jambu
klutuk, tinggiii.............sambil asyik baca buku cerita!
“Teteh, turuuuun...jangan
ketinggian, entar jatuhnya suakiit!” adikku, En, mengingatkanku.
“ Iya....tenang aja, cerewet!”
sergahku sambil menikmati buku cerita karya Karl May, petualangan old
Shutherhand dengan suku Apache-nya selalu menyihir otak dan hatiku.
‘Sini neeeeeng.....Eni kasih bolu
turun yaaaa?” bujuk nenekku pula.
“Ini....Ema kasih buat jajan,"
teriak ibuku.
Aku bergeming. Tetap nangkring di
atas dahan dengan posisi uenaaak tenan!
“ Si teteh mah baooong!Bodo,ah,
tinggalin aja!” En akhirnya bosan juga menemaniku, dia menggelosor turun
diikuti oleh Dede, sepupuku.
Jam demi jam berlalu, dzuhur lewat,
ashar lewat... menjelang maghrib. Perutku keroncongan, bukuku sudah habis
dibaca. Maka pelan-pelan akupun menggelosor turun tapi kepalaku keleyengan,
keleyengan dan makin keleyengan. ...
“Waaaa......tolooooong!
Aku masih melihat lubang sumur di
bawahku menganga lebar dan pastinya dalaaaaam......karena sumur tua, sebelum
Ibuku lahirpun konon sudah ada. Sepeninggalan embah terong peot ‘kali,ya? Aku
juga masih sempat menyambar sosok Ibuku yang berdiri terpaku di ambang pintu,
merentangkan kedua belah tangannya seperti hendak memelukku....Zhieeeeng,
gubraaak!
Dan aku baru siuman setelah lewat
isya’, dirubung-rubung dan ditangisi oleh orang serumah ditengah rumah nenekku.
“Alhamdulillah..... sudah
sadar,neng, Geulis...” Demikian yang terucap dari mulut Ibuku, air matanya
membasahai rambutku, pipi-pipiku. Dia memelukku eraaaat sekali, seakan-akan tak
ingin terpisahkan lagi.
Ya Robb....betapa kasihnya bunda.
Tak ada sesalan meskipun tentu sudah membuatnya kesal setengah mati, sepanjang
hari tak mempan membujuk si sulung yang tersihir karya karl May.
Ibu Oh Ibu.....
Hari ini ketika tadi pagi di radio
prambors penyiar heboh mengucapkan selamat hari Ibu, bergantian mengungkapkan
kenangannya tentang Ibu masing-masing..... Kenanganku jadi berputar lagi ke
masa silam yang tak mungkin terlupakan.
Betapa banyak derita, sengsara, kepedihan dan
kemarahan yang bisa kutimbulkan akibat ulahku yang seharusnya melukai hati
ibuku. Namun, Ibu....Bunda...Emak.....kami menyebutnya demikian. Emak
senantiasa tersenyum lembut, terkadang begitu bersahaja dan lugas menerjemahkan
situasi yang menimpa anak-anaknya.
Hari ini, Emak, ku kenang kembali
segala cintamu yang pernah kau limpahkan kepadaku. Tiada kata yang mampu ku
rangkai, tiada ungkapan yang mampu kusampaikan....hatur nuhun,
maaaak....cintamu senantiasa menguatkan semangatku, hingga aku pun berusaha
menjadi seorang Ibu yang tegar, Ibu yang tabah, Ibu yang Istiqomah bagi
anak-anakku.
Cinta,
Maaak.....senantiasa.
Anakmu yang belum mampu
berbakti sepenuhnya.
Angket Pengantar Metodologi
Penelitian
Nama :
Usia :
Asal daerah :
1.
Menurut Anda, bagaimana isi cerpen tersebut?
a. Sangat bagus
b. Bagus
c. Biasa saja
d. Jelek
e. Sangat jelek
2.
Pahamkah Anda, isi dari cerpen tersebut?
a. Sangat paham
b. Paham
c. Biasa saja
d. Tidak Paham
3.
Bagaimana bahasa yang digunakan dalam cerpen tersebut?
a. Sulit dipahami
b. Biasa saja
c. Mudah dipahami
4. Mengapa ( lanjutan pertanyaa no.3
)?
a. Menggunakan bahasa campuran
b. Terlalu berbelit-belit
c. Gak nyambung
d. Lain-lain (Di isi sendiri)_________________
5.
Setujukah anda, jika dalam sebuah cerpen menggunakan
bahasa daerah?
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Terserah
d. Tidak Setuju
e. Sangat tidak setuju
6. Kalau setuju, mengapa?
a. Untuk mengetahui bahasa daerah
lain
b. Lebih variatif
c. Lain-lain (Di isi sendiri)_________________
7. Kalau tidak setuju, mengapa?
a. Sulit dipahami
b.
Menunjukkan sifat primordial (menonjolkan daerahnya
masing-masing)
c. Lain-lain (Di isi
sendiri)_________________
[1] Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna, Teori, Metode dan teknik penelitian
sastra, hal 165
[2] Orang yang menjawab pertanyaan dari beberapa angket yang sudah
disebarkan
Label:
penelitian sastra
Langganan:
Postingan (Atom)





