Ads 468x60px

Search Box

Kamis, 09 Januari 2014

Sebab Akibat

Oleh: Abung Alfarisy

Mata melirik halusnya awan ketika menangis, langit pecah merasakan derita yang mendalam, membuat suasana semakin mencekam. Namun tidak bagi Aldi, anak baru berusia 10 tahun malah kegirangan, ketika gemuruhnya air mata awan, membasahi mendungnya alam.

“Aldi, jangan sekali-kali kau melangkah,” cegah Ibu, melihat Aldi berusaha untuk berlari meninggalkan tempat yang disinggahi. Aldi hanya tersenyum dan seolah-olah berpikir untuk bisa kabur.
“Aldi...!!! masih saja bandel,” teriak sang Ibu, sembari berusaha mengejar Aldi, meskipun tidak berhasil dia buntuti.
“Ma’af Bu... Aldi hanya ingin mencoba,” jawabnya diikuti dengan langkah seribu, sambil melambai-lambaikan tangan, seperti pelari maraton yang sudah profesional.

***
Alam pun menjadi sunyi, langit sudah tidak lagi bersedih, sehingga awan ikut berhenti menangis. Kemudian Aldi kembali pulang dalam keadaan penuh noda, menjadi sampul pada tubuh mungilnya. Langkah demi langkah Aldi lakukan dengan sangat hati-hati, mengingat sang Ibu takut memarahinya lagi.
“Nah aman,” Gumamnya penuh percaya diri.
“Ups, ada Ibu” tambahnya ketika mendengar suara langkah kaki, menuju tempat dia sembunyi.

Berdiri dengan rasa was-was, menuai berbagai kegelisahan, dalam balutan busana yang semakin transparan. Aldi terpejam, seolah-olah tidak siap menerima kenyataan yang akan dihadapinya. Suara langkah kaki itu semakin mendekat, mendekat dan ...

“Waduh, ada yang ketinggalan,” ucap ibu, kemudian kembali menuju ke kamarnya.
“Aaah lega, hampir saja ketahuan,” bisiknya sembari mengelus dadanya.
Aldi pun segera mempercepat langkahnya, menuju kamar mandi untuk membersihkan noda-noda, yang menempel pada dirinya.

***
Dalam kamar, Aldi ditemani sang Ibu, hanya bisa berbaring lemas, merasakan meriang yang sedang menyerangnya. Alam pun kembali mendung, membuat langit merasa sedih kembali, sehingga awan ikut mengeluarkan air matanya lagi.
“Aldi...,” bisik Ibu
Aldi hanya bisa menatap, sebagai rasa bersalahnya kepada sang Ibu.
“Tuh, di luar, Pohon-pohon berpesta, kodok-kodok pun juga ikut bernyanyi riang gembira, apakah kamu tidak ingin bergabung dengannya?” Tanya Ibu, seolah menyindir terhadap tingkah laku Aldi waktu itu . Aldi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak Bu, Aldi tidak ingin mencobanya lagi.”
Mendengar perkataan Aldi, sang Ibu mencium dan memeluk erat buah hatinya.
“Cepat sembuh ya sayang.”

0 komentar:

Posting Komentar