skip to main |
skip to sidebar
Sebab Akibat
Oleh: Abung Alfarisy
Mata
melirik halusnya awan ketika menangis, langit pecah merasakan derita
yang mendalam, membuat suasana semakin mencekam. Namun tidak bagi Aldi,
anak baru berusia 10 tahun malah kegirangan, ketika gemuruhnya air mata
awan, membasahi mendungnya alam.
“Aldi, jangan sekali-kali kau
melangkah,” cegah Ibu, melihat Aldi berusaha untuk berlari meninggalkan
tempat yang disinggahi. Aldi hanya tersenyum dan seolah-olah berpikir
untuk bisa kabur.
“Aldi...!!! masih saja bandel,” teriak sang Ibu, sembari berusaha mengejar Aldi, meskipun tidak berhasil dia buntuti.
“Ma’af Bu... Aldi hanya ingin mencoba,” jawabnya diikuti dengan langkah
seribu, sambil melambai-lambaikan tangan, seperti pelari maraton yang
sudah profesional.
***
Alam pun menjadi sunyi, langit sudah
tidak lagi bersedih, sehingga awan ikut berhenti menangis. Kemudian
Aldi kembali pulang dalam keadaan penuh noda, menjadi sampul pada tubuh
mungilnya. Langkah demi langkah Aldi lakukan dengan sangat hati-hati,
mengingat sang Ibu takut memarahinya lagi.
“Nah aman,” Gumamnya penuh percaya diri.
“Ups, ada Ibu” tambahnya ketika mendengar suara langkah kaki, menuju tempat dia sembunyi.
Berdiri dengan rasa was-was, menuai berbagai kegelisahan, dalam balutan
busana yang semakin transparan. Aldi terpejam, seolah-olah tidak siap
menerima kenyataan yang akan dihadapinya. Suara langkah kaki itu semakin
mendekat, mendekat dan ...
“Waduh, ada yang ketinggalan,” ucap ibu, kemudian kembali menuju ke kamarnya.
“Aaah lega, hampir saja ketahuan,” bisiknya sembari mengelus dadanya.
Aldi pun segera mempercepat langkahnya, menuju kamar mandi untuk membersihkan noda-noda, yang menempel pada dirinya.
***
Dalam kamar, Aldi ditemani sang Ibu, hanya bisa berbaring lemas,
merasakan meriang yang sedang menyerangnya. Alam pun kembali mendung,
membuat langit merasa sedih kembali, sehingga awan ikut mengeluarkan air
matanya lagi.
“Aldi...,” bisik Ibu
Aldi hanya bisa menatap, sebagai rasa bersalahnya kepada sang Ibu.
“Tuh, di luar, Pohon-pohon berpesta, kodok-kodok pun juga ikut
bernyanyi riang gembira, apakah kamu tidak ingin bergabung dengannya?”
Tanya Ibu, seolah menyindir terhadap tingkah laku Aldi waktu itu . Aldi
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak Bu, Aldi tidak
ingin mencobanya lagi.”
Mendengar perkataan Aldi, sang Ibu mencium dan memeluk erat buah hatinya.
“Cepat sembuh ya sayang.”
0 komentar:
Posting Komentar