Menyebarnya sastra arab sangat
erat kaitannya dengan bersinarnya islam secara luas ke berbagai belahan dunia
terutama pada abad ke 7 hijriah, hal ini dikarenakan ia adalah bahasa Al-Qur’an
yang mulia. Bahasa yang indah ini menyebar ke berbagai penjuru timur dan barat,
sehingga sebagian besar peradaban dunia pada masa itu sangat terwarnai oleh
peradaban Islam. Mereka yang berperan mengembangkan sastra arab pada masa
kejayaan islam berasal dari berbagai suku bangsa, diantara mereka berasal dari
Jazirah Arab, Mesir, Romawi, Armenia, Barbar, Andalusia dan sebagainya, walau
berbeda bangsa namun mereka semua bersatu diatas Islam dan Bahasa Arab, mereka
berbicara dan menulis karya sastra serta berbagai kajian keilmuan lainnya
dengan Bahasa Arab .
Dan tidaklah Allah menjadikan
bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran melainkan karena ia adalah bahasa terbaik
yang pernah ada. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Sesungguhnya Kami
telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.”(Yusuf
: 2). Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman, “Dan sesungguhnya Al-Quran
ini benar-benar diturunkan oleh Pencipta Semesta Alam ,dia dibawa turun oleh Ar
ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang
di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas“(Asy
Syu’ara:192-195).
Allah juga berfirman “Tidakkah
kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik
seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.
Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah
membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut
dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
Pembahasan ini mencoba untuk
membangkitkan semangat para generasi muda islam untuk mengkaji kembali
kebudayaan islam yang agung dan indah ini, kebudayaan yang pernah memimpin
dunia, yang mampu menyentuh bagian hati manusia yang paling dalam dengan cahaya
imannya, menjadi penawar bagi jiwa yang luka, menghidupkan kembali hati yang
mati.
1. Sastra Arab dan
Pembagian Periode Perkembangannya
Kata الأدب sendiri
telah mengalami berbagai macam perubahan makna seiring berjalannya waktu dan
bergantinya peradaban bangsa arab, dahulu kala kata الأدب bermakna
undangan untuk makan. Pengertian Adab terus berubah hingga akhirnya menjadi
sesuatu yang kita pahami saat ini.
2. Pengertian Adab
Adab memiliki dua makna ; makna khusus
dan makna umum
Secara umum الأدب berarti berhias diri dengan akhlak yang luhur seperti jujur,
amanah dsb, orang bijak mengatakan : أدبني ربي فأحسن تأديبي “Robbku telah mendidikku dengan sebaik-baiknya pendidikan.” Dalam
definisinya, Al-Jurjani meletakkan Adab sebagai sesuatu yang setara dengan
Ma’rifah yang mencegah pemiliknya dari terjerumus kedalam berbagai bentuk
kesalahan.
Secara Khusus “Al-Adab”
berarti :
الكلام الانشائي البليغ الذي يقصد به
إلى التأ ثيرفي عواطف القراء
والسامعين ، سواء
كان شعرا أم نثرا
“Yaitu perkataan yang indah dan jelas,
dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik
berupa syair maupun natsr atau prosa. “
- Perkataan tersebut haruslah memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :
- Lafaznya haruslah mudah dan indah
- Memiliki kedalaman makna
- Menyentuh jiwa
Jenis-jenis Adab
- Natsr atau prosa: yaitu ungkapan yang indah namun tidak memiliki wazan maupun qofiyah, seperti khotbah, surat, wasiat, perkataan hikmah, matsal, dan kisah.
- Syair: yaitu ungkapan indah yang memiliki wazan maupun qofiyah, seperti :
تـعلم فليس المرء يولد عالما
فليس أخو علم كـما هو
جـاهل
وإن كبير القوم لا علم
عنده صغير إذ التفت عليه
المحا فل
Jenis-jenis syair seperti: deskripsi atau
pemerian, pujian, ejekan, kedukaan, hikmah dsb.
3. Sejarah Adab
Ilmu sejarah adab merupakan suatu ilmu
untuk mengetahui kondisi sastra di berbagai periode perkembangannya, baik dari
segi kuat atau lemahnya maupun sedikit atau banyaknya. Melalui ilmu ini kita
juga dapat mengetahui kehidupan para sastrawan, baik dari segi masa dimana ia
hidup, tempat dan karya-karyanya.
4. Periode Perkembangan
Adab
Periode perkembangan dalam sastra arab
dibagi kedalam enam periode :
- Periode Jahiliyah : Sejak dua abad atau satu setengah abad sebelum islam hingga masa dimana islam muncul.
- Periode awal Islam : Sejak munculnya islam hingga berakhirnya kepemimpinan Khulafa’urrasyidin tahun 40 H.
- Periode Daulah Umayyah : Sejak berdirinya Dinasti Umayyah tahun 40 H hingga masa keruntuhannya tahun 132 H.
- Periode Daulah Abbasiyah : Sejak berdirinya Dinasti Abbasiyah tahun 132 H hingga masa keruntuhannya akibat serangan pasukan Tatar tahun 656 H.
- Periode Keruntuhan: Periode ini dibagi dua fase yaitu sejak runtuhnya Dinasti Abbasiyah tahun 656 H dan ketika Dinasti Utsmaniyyah menguasai Kairo pada tahun 923 H dan berakhir hingga runtuhnya Dinasti Utsmaniyyah pada awal abad ketiga belas hijriah.
- Era baru: Ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan kebangkitan islam dibeberapa negara arab pada awal abad ketiga belas hijriah hingga saat ini.
5. Nash-nash Adab
Yaitu kutipan dari karya-karya sastra yang
terpilih yang merupakan ucapan maupun tulisan dari para sastrawan dari berbagai
masa dan tema.
Abu Fairuz Ichsan Mufti :
Disampaikan pada Kajian Sastra Islam 7 des 2006 di Mushala FMIPA UGM.
Penyelenggara “Forum Kajian Islam Mahasiswa Yogyakarta”.
Wazan atau
timbangan kata dalam bahasa arab adalah keserupaan bentuk/irama kata antara
kata-kata yang menyusun suatu baris bait dengan kata-kata di baris berikutnya.
Qofiyah adalah
kesamaan bunyi huruf akhir dalam sebuah bait syair dengan bait lainnya.







0 komentar:
Posting Komentar