Ads 468x60px

Search Box

Kamis, 10 Mei 2012

KINAYAH ‘ANI as-SIFAT DALAM PUISI ABU al-QOSIM al-SYABI


Oleh: Abung Al-Farisy El-Mandury
ILA QOLBI AL-THA’IH
(Kepada hatiku yang bingung)

انت يا قلبي عش تفرت عنه القطاة
Hai hatiku… kau adalah sangkar karena kau telah dipisah dari segerombolan burung-burung lain.
فأطارته الى النهر الرياح العاتيات
Oleh sepoi sepoi angin semilir, mereka diterbangkan ketepi sungai
أنت حقل, مجدب, قد هزأت منه الرعاة
Hai hatiku… kaulah sebidang kebun yang tandus karena telah diinjak-injak oleh tukang gembala.
أنت ليل معتم تندب على نهر الحياة
Hai hatiku… kaulah malam yang pekat, yang ditangisi oleh orang-orang perempuan yang sedang menangis
أنت كهف, مظلم تأوي اليه الباكيات
Hai hatiku… kaulah gua yang pekat, tapi tempat kembali orang-orang yang ditimpa kemalangan
أنت قبر, فيه من أيامي الأولى رفات
Hai hatiku… kaulah makam, disitulah tempat singgah jazad dari dulu kala

1. Apa arti kinayah itu sendiri?
Arti kinayah menurut lughat adalah perkataan yang tidak jelas, sedangkan menurut istilah adalah lafadz yang diucapkan dan dikehindaki kelaziman maknanya, dengan adanya pertanda yang tidak menghalangi untuk menghendaki makna aslinya.[1]
1. Menentukan sifat untuk mausuf
Contoh:
الكرم بين برديه = Kemuliaan antara dua baju dinginnya.
Maksudnya: Menentukan orang tertentu dengan keagungan dan kemuliaan.
2. Untuk menentukan dzat mausuf.
Contoh:
جاء المضياف = Telah datang tukang menjamu.
Yang dimaksud adalah zaid yang sering menjamu tamu, sehingga seolah-olah hanya zaidlah yang tukang menjamu tamu.
3. Untuk menentukan dzat sifat
Contoh:
كثير الرماد = kinayah bagi tukang menjamu tamu.
طويل النجاد = kinayah bagi orang yang tinggi.
Dan tujuan kinayah adalah:
1. Menjelaskan:
Contoh:
طويل النجاد=bagi orang yang tinggi
2. Mempersingkat
Contoh:
فلان مهزول الفصيل= si fulan kurus anak sapinya
3. Menutupi nama orang
Contoh:
اهل الدار= penghuni rumah. Kinayah dari isterinya
4. Memelihara kesopanan dari kata-kata buruk
Contoh:
اولمستم النساء
2. Kinayah sifat dalam puisi Abu al-Qosim al-Syabi
Bait 1 dan 2
Kinayah dari Hati yang kesepian
Pada bait ini, hati di ibaratkan dengan sebuah sangkar yang ditinggal lari oleh burung-burungnya sehingga sang sangkar mengalami hidup kesepian  maka dari itu, posisi hati disini adalah hati yang kesepian
Bait 3
Kinayah dari Hati yang terluka
Pada bait ini, hati di ibaratkan dengan sebidang yang tandus dan di injak-injak oleh sang gembala. Karena posisinya di injak-injak, maka hati disini dalah hati yang terluka
Bait 4
Kinayah dari Hati yang merana
Untuk bait yang ini, posisi hati dalam keadaan merana, karena hati tersebut mengalami patah hati,sehingga dapat menyebabkan seorang wanita menangisinya
Bait 5
Kinayah dari Curhat (Curahan Hati)
Pada bait yang ini, hati diposisikan sebagai tempat curahan berbagai masalah yang di alami oleh seseorang, hal ini terungkap dalam kata trmpat kembali orang-orang yang ditimpa kemalangan
Bait 6
Kinayah dari perasaan yang terpendam  
Pada bait yang terakhir ini, hati di ibaratkan dengan kuburan yang hakikatnya memendam jasad orang-orang dahulu kala sehingga dapat disimpulkan bahwa hati ini memiliki perasaan yang terpendam


[1] Imam akhdhori “Ilmu Balaghoh al-ma’arif’Bandung1982


0 komentar:

Posting Komentar