Pengaruh Ayat kursi terhadap Psikologi
Pembaca
Oleh: Moh. Maqbul
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ
سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا
الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا
خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ
كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ
الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus
(makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di
langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa
izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang
mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang
dikehendaki-Nya. Kursi(1) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah
tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”(Q.S.
Al-Baqarah:255)
Ayat yang kita kenal dengan nama ayat kursi merupakan salah satu
ayat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan sebagian dari kita telah menjadikan
ayat di atas sebagai bagian dari kehidupan. Bahkan Rasulullah sendiri memberi
predikat Agung pada ayat kursi ini. Seperti dalam sabdanya:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ يَا
أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ
قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ
أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ (
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ) قَالَ فَضَرَبَ
فِي صَدْرِي وَقَالَ وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ
“Dari Ubay bin Kaab ia
berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hai Abu Mundzir,
tahukah engkau ayat mana dari AL Qur’an yang menurutmu paling agung? Aku
menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bertanya lagi: ” Hai
Abu Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari Al Qur’an yang menurutmu paling
agung? Aku menjawab: “Allahu Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuum.” Ia (Abu
Mundzir) berkata: “Lalu beliaupun menepuk dadaku seraya berkata: “Demi Allah,
mudah-mudahan engkau dimudahkan untuk memperoleh ilmu hai Abu Mundzir.” (HR. Muslim No 810, Abu Daud No 1460)
Selain dari keagungannya,
Ayat ini Juga banyak sekali menyimpan rahasia yang terkandung didalamnya. Hal
ini sudah diperjelas oleh sabda Rasulullah yakni:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
رَضِي اللَّه عَنْه قَالَ وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ فَأَتَانِي
آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ
لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ
آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا
يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ
“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia
berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mewakilkan kepadaku untuk
menjaga zakat Ramadhan. Lalu datanglah seseorang menemuiku meminta segenggam
makanan, lalu akupun mengambilkannya untuknya dan berkata sungguh aku akan
mengangkat perihalmu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam . Maka
laki-laki itupun berkisah, jika engkau pergi kepembaringanmu maka bacalah ayat
kursi, engkau senantiasa akan dijaga oleh Malaikat penjaga dari Allah dan
engkau tidak didekati setan hingga datang waktu pagi. Lalu Nabi Shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Ia berbicara benar kepadamu padahal ia pendusta, ia
adalah setan.” (HR.
Bukhari No 3101)
Di Hadits yang lain juga disebutkan:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ البَاهِلِي قَالَ : قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ
لَمْ يَحُلْ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ الْمَوْتُ
“Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu
anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi dipenghujung setiap sholat maka tidak ada yang
menghalangi orang tersebut dengan surga kecuali maut. ” (HR. Ibnu Sunni No 121 dan di shahihkan
oleh Albani dalam Silsilah Shahihah No 972)
Berdasarkan sabda Rasul diatas. Sudah banyak yang pernah merasakan
Khasiat dari ayat kursi tersebut. Argumen ini
saya buktikan dengan hasil observasi yang sudah saya lakukan. Antara
lain:
1.
Mayoritas
beberapa dari orang yang sudah saya wawancarai, mengungkapkan bahwa pengaruh
setelah mengamalkan ayat kursi adalah kedamain. Hati yang sebelumnya gelisah
menjadi tentram dan tenang setelah mengamalkan Ayat tersebut
2.
Ada
juga yang merasa nyaman dalam menjelajahi ruang mimpi (Terlelap dalam tidurnya)
ketika sebelumnya membaca ayat kursi
3.
Sebagian
lagi meraskan rasa percaya dirinya bertambah
4.
Bahkan ada
yang meraskan selamat dalam perjalanan
Dari keempat pengaruh diatas merupakan sebagian dari hasil
penelitian yang sudah kami lakukan, akan tetapi itu hanya bagian dari observasi
yang menggunakan metode wawancara. Selain itu saya juga mencari bukti dari Dunia
Maya yang cakupannya sangat luas sehingga saya disini hanya membatasi beberapa
orang saja yang menurut saya mereka sukses dalam mengamalkan ayat kursi
tersebut. Diantaranya adalah:
Ø Ayat kursi dapat menumbuhkan cinta dalam rumah
tangga, Hal ini sudah di buktikan oleh seseorang yang dalam rumah tangganya
selalu di lumpuri oleh pertengkaran. Akan tetapi setelah salah satu dari mereka
mengamalkan ayat kursi, Bi idznillah pertengkaran itu tidak pernah terjadi lagi
bahkan sekarang mereka hidup dalam hembusan kebahagiaan.
Ø Ada pegalaman lagi Tentang Khasiat ketika mengamalkan ayat kusi. Ini
terjadi pada salah seorang warga Malaysia yang istiqomah membaca
ayat kursi setelah sholat dan setiap kali keluar rumah. Pada suatu hari dia
merasakan ke besaran Allah melalui ayat kursi. Ini bermula ketika dia
meninggalkan rumahnya dalam keadaan tidak aman. Namun setelah dia pulang dia
dikagetkan oleh dua tetangganya yang menjadi korban pencurian, padahal rumah
itu sudah dijaga ketat. Namun anehnya rumah dia sendiri tidah terjamah sedikitpun oleh sipencuri. Itulah salah satu
kebesaran Allah yang terkandung dalam ayat kursi
Satu lagi pengalaman Tentang pengaru Ayat kursi
terhadap pembacanya. Ini dialami oleh seseorang yang bernama
5.






0 komentar:
Posting Komentar