Ads 468x60px

Search Box

Selasa, 20 September 2011

Skripsi Bahasa Dan Sastra Arab

ABSTRAK
الموضوع:
ظواهر نرجسية في مسرحية "مسمار جحا" لعلي أحمد باكثير
(دراسة آدبية نفسية)
 Fenomena Narsisisme dalam Sebuah Drama “Mismaaru Juhaa” Karya Ali Ahmad Baktsir
(Kajian Psikologi Sastra)

Kisah “Mismaaru Juhaa” merupakan sebuah kisah yang menggambarkan tentang gerakan revolusi di sebuah kehidupan di kota Kufah (Irak). Kota tersebut  dipimpin oleh seorang penguasa dhalim yang berada dibawah kendali kekuatan dari Negara Asing.  Seni perlawanan yang dipraktekkan oleh Syaikh Juha dan Pengikutnya adalah dengan membuat sandi yang berupa Mismaar (Paku). Gerakan revolusi diungkapkan dengan cara yang lucu melalui Khutbah (Ceramah) yang dilakukan oleh tokoh Juha, akan tetapi, lelucon tersebut banyak mengandung sindiran-sindiran terhadap sang penguasa asing. Sehingga pada akhirnya sang penguasa asing berhasil diturunkan dari jabatannya.
Dalam perjalanan cerita drama Mismaaru Juhaa, terdapat beberapa karakter unik yang bersifat Narsis (Cinta Diri), sehingga hal ini memberikan inspirasi bagi penulis untuk meneliti drama tersebut menggunakan teori Narsisisme. Oleh Karena itu, sesuai dengan teori dan Objek yang Penulis ambil, akhirnya dapat menghasilkan sebuah Penelitian dengan judul “Fenomena Narsisisme dalam Sebuah Drama Mismaaru Juhaa Karya Ali Ahmad Baktsir (Kajian Psikologi Sastra).
Sedangkan Fokus permasalahan yang dikemukakan dalam pembahasan  ini adalah: 1). Apa yang dimaksud dengan Drama Mismaaru Juhaa?. 2). Apa yang dimaksud dengan Fenomena Narsisisme dalam drama Mismaaru Juhaa?. 3) Bagaimana pentingnya menganalisis Psikologi sastra terhadap fenomena Narsisisme dalam drama Mismaaru Juhaa?. Maka dari itu, Pada pembahasan ini penulis menggunakan salah satu drama karya Ali Ahmad Baktsir yang berjudul Mismaaru Juha sebagai objek pembahasan dan kajian Psikologi Sastra sebagai alat analisa. Selain itu penulis menggunakan beberapa metode yang meliputi pengambilan data secara langsung dan tidak langsung, kemudian penulis mengambil kesimpulan serta mengungkapkan data dalam bentuk Metode Induktif dan Metode Deduktif.
 Hasil analisis yang sudah penulis lakukan adalah bahwa dalam drama ”Mismaaru Juhaa” terdapat Tiga kategori Narsis, pertama Narsisisme Libidinal (berkaitan dengan libido) yang meliputi emosi, Rasa Cinta, serta keinginan, kedua Narsisisme Destruktif (bersifat Merusak) yang meliputi Ancaman, kekejaman, penganiayaan, ejekan, kutukan, paksaan, serta hasutan, dan ketiga adalah Narsisisme Sehat yang meliputi Optimisme, Humoris, Tidak ceroboh, keyakinan, keberanian, serta teguh pendirian. Ketiga kategori Narsisisme tersebut merupakan bagian dari Karakter yang sudah penulis temukan pada tokoh-tokoh drama Mismaaru juhaa.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Kaa ada kelengkapan skripsi nya ga

Posting Komentar