Ads 468x60px

Search Box

Jumat, 01 April 2011

Di atas Sajadah Cinta

Sebuah Renungan
Oleh: Abung el-Farisy al-manduri



Carilah cinta yang Sejati
Yang ada hanyalah pada-NYA
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya pada-Nya yang ESA
Carilah cinta yang Abadi
Yang ada hanyalah pada-NYA
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada TUHAN mu
(Song by Raihan)

Eeeem… Bener juga ya,,,,
Cinta… sejati…
Cinta… hakiki…
Cinta… Abadi…
Tiada seorangpun yang pantas memiliki tiga kategori cinta  Selain Allah Subahanahu Wa Ta’alaa. Manusia hanya bisa mempermainkan cinta, manusia juga hanya bisa membutakan cinta. Cinta yang dimiliki manusia tidak sempurna, didalamnya banyak terdapat kecacatan nyata, banyak pula noda-noda hitam melumpurinya. Cinta yang sebenarnya hanyalah milik Allah semata. Manusia seharusnya berusaha untuk dapat meraih tiga kategori cinta tersebut agar perjalanan hidupnya selalu dipayungi oleh Cinta dan kasih-NYA…..

Namun bisakah aku meraih cinta itu????

Pertanyaan itu kemudian muncul dari Benak ku, “Nazrul Fatah” itulah nama yang di hadiahkan oleh orang tua kepada ku. Diriku lahir di tengah-tengah keluarga yang kesehariannya disibukkan oleh urusan dunia, ayah seorang maneger disalah satu perusahaan terkemuka disurabaya, sedangkan ibuku merupakan wanita karier yang tidak pernah memiliki waktu khusus untuk mengurusku. Sejak kecil aku hanya diasuh oleh seorang baby sitter dan Meskipun aku adalah anak semata wayangnya, tapi aku masih belum pernah merasakan butiran-butiran cinta kasih dari seorang ibu. Bahkan Hingga kini,  Cinta kasih yang aku harapakan masih belum menyentuh diri ku.
Kemewahan dan gemerlapnya dunia hiburan tidak cukup membahagiakan ku. Aku hanya ingin Cinta, cinta dari seseorang yang aku cintai, cinta yang tumbuh dari lubuk hati yang paling dalam, dan cinta  yang selalu ingin mencintai.
Seiring dengan putaran waktu, Perjalanan hidupku kini sudah mulai menemukan CINTA, meskipun aku tidak mengerti apa arti cinta sesungguhnya, namun aku merasa sudah cukup dalam meraih kebahagiaan hidup. Dahagaku selama ini sudah hampir pupus, bahkan aku seakan-akan tidak mampu mengungkapkan kebahagiaanku ini dengan sebuah kata. Kebahagiaan yang muncul dari cinta seorang wanita. Wanita itu merupakan hadiah terbesar untukku, kehadirannya membuat diriku merasakan arti hidup sesungguhnya.
Dialah “Nuril” sang penakluk Cinta. Cintanya penuh dengan fantasy dan ekspresi. Hingga diriku dibuatnya merasa tunduk untuk selalu membuka pintu cinta dan kasih kepadanya.  Nuril adalah sosok wanita dengan paras yang begitu anggun,  semua pasti terhipnotis ketika melihat senyum manisnya. Dia patut untuk dicintai dengan rasa cintanya, dia patut disayangi dengan kasih  sayangnya dan dia juga patut di puji dengan kesempurnaan yang dimilikinya. Dalam teduhan cintanya, tergores sebuah kata pada secarik kertas putih untuk mengugkapkan isi hati kepadanya.
Sang bidadari….
kini hadir dalam qolbuku
dengan penuh Cinta
tidak ada yang merasa Nista
engkau bagian dariku
engkau separuh jiwaku
ikatan cinta yang sudah tercipta
membuat diriku bahagia
Cintamu cintaku
Kasih sayangmu kasih sayangku
Kita adalah satu…
 
Tiga bulan telah berlalu, hubungan ku dengan Nuril terasa ada sebuah keganjalan, akankah ini bertanda buruk bagi cinta yang sudah terikat janji setia???.  Pertanyaan yang harus diwaspadai. Namun, Nuril kini tidak seperti Nuril yang dulu aku kenal, dia mulai menjauhi diriku, entah apa yang membuat dirinya menjauhiku??? Padahal cinta kasih ku sepenuhnya sudah aku berikan padanya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan keadaan seperti ini, apakah ini arti sebuah cinta?..  kalau memang cinta seperti itu, berarti cinta telah membuat diriku menderita. Hingga membuat hati sengsara dan terluka, bahkan hal ini lebih parah dari pada sebelum aku menemukan cinta.
Kepercayaanku terhadap cinta mulai sirna, bahkan aku tidak percaya lagi tentang adanya Cinta. Namun ketika mendengar lantunan syi’ir yang dibawakan oleh grup Nasyid Raihan dengan judul “Carilah Cinta”. Perlahan-lahan Cinta mulai tumbuh pada diriku, bahkan aku rela melakukan apa saja demi menemukan cinta yang sebenarnya. Dengan apa aku temukan cinta tersebut???.
Aku sudah mulai sadar, bahwa sesungguhnya aku punya tuhan, DIA yang telah menciptakan aku, DIA pula yang membarikan seluruh kenikmatan hidup, hingga membuat diriku lalai pada-NYA. Ku bisa melihat indahnya dunia karena-NYA, ku bisa mendengar lantunan suara merdu karena-NYA, ku bisa merasakan nikmatnya sehat karena-NYA, padahal itu semua pemberian yang serba gratis, tapi kenapa diriku malah tidak pernah mensyukuri pemberian-NYA.
Perlahan-lahan ku langkahkan kaki untuk mulai berburu cinta yang sebenarnya. Ku ambil sajadah dan ku letakkan sejadah itu di atas lantai suci yang akan menjadi saksi bahwa diriku benar-benar ingin mendapatkan tiga kategori cinta yang di miliki tuhan untuk hamba-NYA.
Ketika dalam sujudku, ku rela mencium sajadah tersebut, dengan ciuman yang penuh harapan, penuh dengan perasaan yang mendabakan cinta tuhan. Sentuhan lembutku di atas sajadah tersebut, juga menyimpan banyak keinginan akan di cintai dan di kasihi Tuhan. karena aku yakin cinta dan kasih sayang tuhan tidak seperti cinta dan kasih manusia. Kasih manusia sering bermusim, dan sayang manusia tiada yang abadi, sedangkan kasih tuhan tiada bertepi, dan sayang tuhan janjinya pasti.  Aku berharap, di atas sajadah inilah ku menemukan cinta yang sesungguhnya….              

0 komentar:

Posting Komentar