skip to main |
skip to sidebar
Tanpa Judul
Oleh: Abung Alfarisy
Duduk santai di taman belakang rumah, sembari mendengarkan musik dari Handphone
“Ups.. gelap”
“siapa ini?”
“Jangan main dari belakang donk,” ucapku panik
Tangan itu masih menutup mataku, tanpa suara dan dengan kuat menghalangi pandanganku.
***
Kucoba merabanya, menelusuri hingga benar-benar tahu, siapa yang
berusaha menutup mataku. Sesaat terdengar cekikan usil, seolah
menertawakan kepanikanku. Aku tambah jengkel dan marah, kemudian kucubit
tangan tersebut, hingga terdengar sebuah jeritan.
“Aaauuuu, sakiiit,”
Suaranya tidak asing bagiku, dan berusaha menoleh ke belakang dan ternyata ..
“Yaa Ampun, Roni sejak kapan ada di sini?” tanyaku heran, melihat
kekasih lama yang selalu aku rindukan. Dalam senyum dan tawanya, yang
membuat diriku pernah merasakan cinta dan kasih sayangnya.
“Aku sudah lama kok, ada di sini,” jawabnya dengan hiasan senyum mesra di wajahnya.
“Kenapa tidak bilang,” ucapku kesel.
“Memang sengaja, pengen ngasih kejutan,” sahutnya sembari tertawa
manis, diikuti tatapan penuh ramuan penawar rindu, yang selama ini
terpendam dalam diri.
“Husst....!!”
Kualihkan tatapannya, supaya tidak berkelanjutan.
“Ran, aku benar-benar kangen dengan masa indah bersamamu” mendengar
kata-kata itu, membuatku ingin menenggelamkan wajahku yang tersipu malu.
Mulutku seakan terkunci tidak bisa berucap, hanya senyuman yang
menjawab semua ungkapan, yang dilontarkan oleh Roni.
“Hubungan kita tanpa judul, tahu-tahu kita sudah terpisah,” ucapnya.
“Rasa kangen kita juga tanpa judul, tiba-tiba sudah terobati dengan
pertemuan ini,” tambahku mencairkan suasana yang sempat tegang, karena
sebuah pandangan. Kami pun tertawa menikmati pertemuan ini, yang sempat
hilang beberapa tahun silam.
"Jangan kita membina hubungan,
tanpa judul lagi ya?" tambahku meyakinkan Roni. Dia hanya tersenyum, dan
mengedipkan mata penuh dengan sandi, yang harus aku fahami.
0 komentar:
Posting Komentar