skip to main |
skip to sidebar
Kualat Vs Kecerobohan
Oleh: Abung Alfarisy
“Oough, sakit Pak,” keluh salah satu siswa
“Bapak tadi sudah nasihati, tapi kamu masih saja bandel,” ucapku sembari menjewer telinganya.
Beginilah sikapku ketika menghadapi moral siswa yang sudah mulai
pintut, hingga seorang guru selalu dituntut untuk membuntut, agar
siswanya nurut dan memiliki mental yang tidak kalut.
***
Namun pada suatu hari, ketika aku mengoreksi hasil ulangan harian siswa.
Tiba-tiba telingaku terasa gatal, sehingga secara tidak sengaja
kulakukan tindakan idgham pada telingaku, dengan tutup bolpoin yang aku
pengang saat itu.
Beberapa jam kemudian, telingaku terasa
sakit seolah-olah mencubit. Rasa sakit itu berhari-hari terjadi, hingga
membuat mersik kian pintang pada jiwa yang bimbang.
“Waah, telinganya lumayan bengkak,”
Dokter pun memberitahu, ketika aku memberanikan diri untuk
memeriksakannya. Kebengkakan telingaku itu ada dua kemungkinan. Pertama
karena kecerobohanku, dan yang kedua karena tindakanku yang selalu
menjewer siswa tanpa putus asa.
Sejak saat itupula, aku mulai tangar terhadap semua tindakan, Termasuk menjewer telinga siswa dengan Bismillah.
0 komentar:
Posting Komentar