Oleh: Abung Alfarisy
“Joy
tunggu,” teriakku ketika melihat Joy tetanggaku berjalan
menuju rumahnya.
Joy
pun berhenti.
“Kamu
mau pulang?” tanyaku mengharap Joy benar-banar mau
pulang
“Iya,”
jawabnya singkat
“Wah
Kebetulan, aku mau titip poster ini,” kusodorkan sebuah
poster ke tangan si Joy
“Kenapa
kamu titipkan ini ke aku?” tanya Joy heran.
“Aku
titip sebentar karena ada urusan, aku pun tidak bisa langsung pulang. Nanti
kalau urusanku sudah selesai, aku ke rumahmu untuk ambil poster itu,”
“Kenapa
kamu tidak bawa saja posternya?” tanyanya lagi.
“Takut
hilang dan rusak,” jawabku singkat, sembari terburu-buru
untuk pergi.
“Oh,
ya. Tolong jangan sampai hilang atau rusak ya...!”
kataku lagi untuk mengingatkan si Joy agar menjaganya.
****
Tok...
Tok... Tok....
“Assalamu’alaikum....!!!”
Pintu
pun terbuka .....
“Wa’alaikumusSalam,
Eeh si Roby. Sudah selesai urusannya?” tanya Si Joy sambil
tersenyum
“Alhamdulillah
sudah Joy,” jawabku sembari menghela nafas
panjang karena sedikit kelelahan.
“Oh
ya, mana Posterku?” tambahku.
“Dibakar,”
jawabnya santai
“Apa?
Dibakar?”
“Plaakkkkk.....!!!”
spontan kutampar dia
“Ouw...Sakit....!!”
teriaknya menahan rasa sakit
“Kenapa
kau langsung tampar aku?” tambahnya terheran-heran.
“Oooh..
kamu kira aku tidak marah, sudah tahu kalau poster itu berharga bagiku,
ternyata kau telah merusaknya,” emosiku memuncak
tidak terkendali.
“Apa
maksud semua ini? Siapa yang bilang Postermu rusak?” tanya si Joy masih bingung
“Memang
tidak ada yang bilang rusak tapi dibakar, itukan sama saja. Dasar benar-benar
keterlaluan kau!”
Mendengar
jawabanku si Joy tiba-tiba tertawa.
“Hahahahahahaha...
Bakar itu nama adik sepupuku, dia lagi pinjem postemu untuk dijadikan Objek
gambar tugas di sekolahnya”,
Aku pun terdiam, rasa menyesal bercampur rasa
malu menyatu dalam diriku.
“Maafin
aku Joy,” kataku lemas penuh dengan rasa bersalah.
“Iya
tidak apaapa, lain kali jangan langsung main tampar aja, tanyakan dulu biar
tidak nyakitin orang,” tambahnya mengingatkanku.
“Iya
aku khilaf Joy”
Aku
pun peluk dia sebagai rasa bersalahku karena telah menyakitinya.






0 komentar:
Posting Komentar