Ads 468x60px

Search Box

Senin, 02 Desember 2013

Laila Majnun

Oleh: Abung Alfarisy



Pada secarik kertas ...

Sayang ...
Aku akan menjadi ombak penyelamat ketika lautan berusaha menenggelamkanmu
Aku akan menjadi air pendingin ketika api membaramu
Aku akan menjadi payung ketika hujan mengguyurmu
Aku akan menjadikan kamu sebagai tinta untuk memberikan warna dalam jiwaku
Aku akan berusaha membuatmu tersenyum selalu ketika kau melihat diriku
Aku akan selalu ada untukmu...
Sayang ...

***
Ketika kuselesai membaca,
Datang sosok laki-laki impianku menghampiri, dan berdiri tepat di hadapanku.
Seketika itu juga, belaian mesraku mendarat pada wajah tampannya, dan dengan lembut kulafadkan kata terimakasih untuk dirinya.
“Terimakasih sayang...!” sembari tangan masih nempel di pipinya.
“Kata-kata indahmu telah menghipnotisku.”

***
Huuuuuuuuft.... Huuuuuuuuuft
Tiupan kencang mendarat pada wajahku ...
“Ayah...!!” kataku kaget, karena Ayahlah yang ada di depanku
“Ada apa ini Laila, kau belai-belai ayah seperti ini?” tanya Ayah terheran-heran.
“Hehehe ma’af Yah, terbawa suasana, akhirnya lupa dengan yang sebenarnya,” jawabku tersipu malu
“Lain kali baca surat jangan sambil melamun, biar tidak ada korban lagi” kata ayah mengingatkanku
“Sekali lagi ma’af Laila khilaf, tapi kenapa ayah tiba-tiba ada di kamar Laila?” tanyaku penasaran.
“Aku cuman mau mengembalikan ini,” jawab Ayah, seraya menyodorkan novel yang dipinjamnya kemarin.
“Hehehe kirain Ayah pangeran impian Laila, yang dikirim memang buat Laila,” gumamku dalam hati.
Nasib... Nasib...!! Semua itu hanyalah hayalan.”

0 komentar:

Posting Komentar