Cernak (Cerpen Anak)
Oleh: Abung Alfarisy
Garuda
pancasila
Aku
lah pendukungmu
Patriot
Proklamasi
Sedia
berkorban untukmu
Pancasila
dasar negara
Rakyat
adil makmur sentosa
Pribadi
bangsaku
Ayo
maju... maju... 3x
“Jadi
simbol negara kita garuda ya pak?” tanya Tomi (Siswa Kelas 5 SD). “Benar
Tom..!! negara kita bersimbol Garuda, karena garuda itu memiliki jiwa yang
tangguh, pemberani, dan punya sayap sehingga bisa terbang tinggi memberi kabar
kepada dunia tentang kehebatan Indonesia,” jawab Bapak Agus (wali kelas Tomi).
Besok kita memperingati hari ulang tahun bangsa, jadi kalian harus siap berangkat
pagi-pagi untuk upacara bendera,” tambahnya. “Baik Pak....!!” jawab
murid serentak.
Bel
sekolah pun berbunyi, sebagai tanda kalau proses belajar sudah selesai, Tomi
selaku ketua kelas mulai memberi komando kepada teman-temannya untuk memimpin
do’a serta salam penutup. Setelah semuanya selesai, satu persatu murid meninggalkan
kelas.
“Tom...Tom...Tomi...!!!”
terdengar teriakan memanggil-manggil Tomi, Tomi pun mencari seseorang yang
memanggil dirinya. Dan ternyata Bapak Agus. “Bapak memanggil saya?”
Tanya Tomi. “Ya benar, sini dulu sebentar!” jawab Bapak Agus dengan
tersenyum. “Ada apa ya pak?” Tomi kembali bertanya, seolah-olah
penasaran tetang apa yang mau disampaikan oleh Pak Agus. “Besok kamu menjadi pemimpin upacara ya?
Tema-teman yang lain sudah saya tugaskan untuk mengambil peran semua,” mendengar
perintah Bapak Agus, Tomi langsung siap dan bersedia menjadi pemimpin upacara
besok. Pak Agus pun senang melihat semangat Tomi.
Ketika
di rumah, Tomi menyaksikan berita di televisi tentang carut-marut kasus
kriminal yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pencurian,
penipuan bahkan pembunuhan. Hal itu membuat Tomi merasa iba terhadap bangsa
Indonesia, dia sangat menyesalkan perbuatan rakyat yang sudah di luar batas,
menjelang ulang tahun bangsa ini, malah semakin banyak kasus kriminal yang
terjadi.
Melihat keseriusan Tomi
terhadap berita yang disaksikan, ayah Tomi tersenyum dan berkata “Kamu itu
masih kecil nak, kok tingkahlakunya seperti orang dewasa,” mendengar ucapan
ayahnya tadi, Tomi menjawabnya dengan tegas, “Saya memang masih kecil Yah,
tetapi saya memiliki jiwa besar untuk bangsa ini.” Sikap Tomi tadi membuat
sang ayah merasa kagum karena memiliki anak yang berjiwa patriotisme tinggi
untuk negeri.
“Tapi sayang Nak,
bangsa Indonesia ini kurang dikenal oleh dunia, Banyak wisatawan dari manca
negara yang lebih mengenal Bali daripada Indonesia,”
kata ayah Tomi sembari memberi tahu tentang kondisi yang sedang dialami bangsa Indonesia.
Kemudian Tomi pun kembali bertanya “Kok bisa begitu yah, padahal kata pak Agus
Indonesia itu Garuda, punya sayap sehingga bisa memberi kabar kepada dunia
tentang keindahan yang dimilikinya?” Mendengar ucapan anaknya tadi, sang
ayah tersenyum dan berkata “Indonesia itu memang bersimbol garuda, namun itu
hanya simbol saja, sebenarnya Indonesia itu belum memiliki sayap sehingga dunia
belum bisa mengenal Indonesia.”
Setelah mendengar
penjelasan ayahnya tadi, Tomi langsung berdiri dan berkata “doakan yah
semoga anakmu bisa membuat Indonesia lebih dikenal dunia.” Kemudian ayahnya
mengacungi dua jempol sebagai simbol bahwa sang ayah sangat kagum kepadanya.
Hari sudah beranjak
pagi, kini tibalah saatnya melaksanakan upacara bendera dalam rangka merayakan
hari ulang tahun bangsa Indonesia, acaranya penuh khidmat dan para guru serta
kawan-kawan meresapi semua perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan
kemerdekaan. “Saya bangga kepadamu negeriku, meskipun dirimu tidak memiliki
sayap. Akan saya buktikan kepada dunia tentang kehebatanmu Indonesiaku.”






0 komentar:
Posting Komentar