Ads 468x60px

Search Box

Senin, 02 Desember 2013

NEGERI TANPA SAYAP


Cernak (Cerpen Anak)
Oleh: Abung Alfarisy



Garuda pancasila
Aku lah pendukungmu
Patriot Proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju... maju...  3x
            Jadi simbol negara kita garuda ya pak?” tanya Tomi (Siswa Kelas 5 SD). “Benar Tom..!! negara kita bersimbol Garuda, karena garuda itu memiliki jiwa yang tangguh, pemberani, dan punya sayap sehingga bisa terbang tinggi memberi kabar kepada dunia tentang kehebatan Indonesia,” jawab Bapak Agus (wali kelas Tomi). Besok kita memperingati hari ulang tahun bangsa, jadi kalian harus siap berangkat pagi-pagi untuk upacara bendera,” tambahnya. “Baik Pak....!!” jawab murid serentak.
            Bel sekolah pun berbunyi, sebagai tanda kalau proses belajar sudah selesai, Tomi selaku ketua kelas mulai memberi komando kepada teman-temannya untuk memimpin do’a serta salam penutup. Setelah semuanya selesai, satu persatu murid meninggalkan kelas.
            Tom...Tom...Tomi...!!!” terdengar teriakan memanggil-manggil Tomi, Tomi pun mencari seseorang yang memanggil dirinya. Dan ternyata Bapak Agus. “Bapak memanggil saya?” Tanya Tomi. “Ya benar, sini dulu sebentar!” jawab Bapak Agus dengan tersenyum. “Ada apa ya pak?” Tomi kembali bertanya, seolah-olah penasaran tetang apa yang mau disampaikan oleh Pak Agus.  Besok kamu menjadi pemimpin upacara ya? Tema-teman yang lain sudah saya tugaskan untuk mengambil peran semua,” mendengar perintah Bapak Agus, Tomi langsung siap dan bersedia menjadi pemimpin upacara besok. Pak Agus pun senang melihat semangat Tomi.
            Ketika di rumah, Tomi menyaksikan berita di televisi tentang carut-marut kasus kriminal yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pencurian, penipuan bahkan pembunuhan. Hal itu membuat Tomi merasa iba terhadap bangsa Indonesia, dia sangat menyesalkan perbuatan rakyat yang sudah di luar batas, menjelang ulang tahun bangsa ini, malah semakin banyak kasus kriminal yang terjadi.
Melihat keseriusan Tomi terhadap berita yang disaksikan, ayah Tomi tersenyum dan berkata “Kamu itu masih kecil nak, kok tingkahlakunya seperti orang dewasa,” mendengar ucapan ayahnya tadi, Tomi menjawabnya dengan tegas, “Saya memang masih kecil Yah, tetapi saya memiliki jiwa besar untuk bangsa ini.” Sikap Tomi tadi membuat sang ayah merasa kagum karena memiliki anak yang berjiwa patriotisme tinggi untuk negeri.
“Tapi sayang Nak, bangsa Indonesia ini kurang dikenal oleh dunia, Banyak wisatawan dari manca negara yang lebih mengenal Bali daripada Indonesia,” kata ayah Tomi sembari memberi tahu tentang kondisi yang sedang dialami bangsa Indonesia. Kemudian Tomi pun kembali bertanya “Kok bisa begitu yah, padahal kata pak Agus Indonesia itu Garuda, punya sayap sehingga bisa memberi kabar kepada dunia tentang keindahan yang dimilikinya?” Mendengar ucapan anaknya tadi, sang ayah tersenyum dan berkata “Indonesia itu memang bersimbol garuda, namun itu hanya simbol saja, sebenarnya Indonesia itu belum memiliki sayap sehingga dunia belum bisa mengenal Indonesia.”
Setelah mendengar penjelasan ayahnya tadi, Tomi langsung berdiri dan berkata “doakan yah semoga anakmu bisa membuat Indonesia lebih dikenal dunia.” Kemudian ayahnya mengacungi dua jempol sebagai simbol bahwa sang ayah sangat kagum kepadanya.
Hari sudah beranjak pagi, kini tibalah saatnya melaksanakan upacara bendera dalam rangka merayakan hari ulang tahun bangsa Indonesia, acaranya penuh khidmat dan para guru serta kawan-kawan meresapi semua perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. “Saya bangga kepadamu negeriku, meskipun dirimu tidak memiliki sayap. Akan saya buktikan kepada dunia tentang kehebatanmu Indonesiaku.”

0 komentar:

Posting Komentar